Tampilkan postingan dengan label Inspirator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirator. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Januari 2018

Tentang Bengkulu, Rindu dan Temu



Tentang Bengkulu, Rindu dan Temu…

Entah sudah berapa purnama aku lewatkan untuk menulis tentangmu.
Sudah kesekian kalinya aku menjamahmu, sekedar bercerita dan atau menikmatimu.
Tapi kali ini akan aku luangkan waktuku untuk menulis semua tentangmu dan tentang kita pastinya.

Jadi kapan rindu yang kita simpan akhirnya saling berpeluk? Kapan kaki kita akan bertemu pada pijakan kota yang sama? Bagaimanapun Allah pasti telah mensetting tempat, waktu dan suasana paling romantis antara dua kota yang berbeda untuk kita.
Dan benar saja, setelah kali ketiga aku menjejakkan langkahku di Bengkulu namun membuatku ingin secepatnya kembali untuk menemanimu kembali, hey.. aku sudah di kotamu, Menghampirimu dan berbincang hangat dengan kedua malaikat penjagaku. Apakah kamu takut dengan jarak? Tenanglah, rindu telah menjadi jembatan untuk kotamu dan kotaku. Kini, kita tak lagi berjarak.

Bengkulu yang syahdu, bisa-bisanya kota kecilmu membuatku berkali-kali jatuh hati di tempat yang sama, tempat yang tepat pas kena di hati.
 
Lantas mengapa harus jauh ke Paris untuk menikmati romantisme kota, jika Bengkulumu tak kalah romantis? Di sini, ditemani lampu kota yang temaram, kita menghabiskan malam sambil ditemani minuman hangat. Menghabiskan waktu dengan celotehan yang entah.

Aku sih percaya, obrolan malam-dini hari selalu membuat orang-orang lebih jujur, lebih apa adanya, cenderung memperbesar diameter lubang saringan kata-kata mereka. Maka lewat tengah malam hari itu, seorang sahabat baik menjelma.
Yogyakarta itu romantis dan Bandung memang melankolis, namun kamu harus tau? Bengkulu itu melankolis sekaligus romantis, seperti koin mata uang yang saling bertolak belakang namun tetap satu kesatuan, jadi semua itu hanya perlu dinikmati dengan orang yang tepat. Orang yang mencintai kita tanpa pamrih dan tanpa syarat.

Kali ini Bengkulu mengajarkan aku tentang kebutuhan, motif berteman, benar saja mereka akan masih melempar senyum ketika kita menyapanya dengan nada manja. Wajah-wajah mereka akan mengajarkanmu rasa bersyukur. Tentang bagaimana semestinya hidup dijalani, sepedih dan sekeras apapun hidup.
Dan suatu saat ketika kamu akan pergi meninggalkan kota ini, kamu akan merasa rindu, bahkan sebelum meninggalkannya.

Bengkulu adalah mantan yang mustahil dilupakan, bagi setiap orang yang pernah mencintainya.

Salam Traveler..
Karena Setiap Tempat Punya Cerita!!

Rabu, 13 Juli 2016

Hijrah itu Melelahkan!!

Assalamualikum...
duhh baru kali ini tulisan di blog saya mengucap salam, Astagfirullah..
Allah emang pembuat skenario hidup yang sangat luar biasa, jago banget.

Perjalanan hidup saya yang cukup lumayan panjang akhirnya tiba pada fase ini, fase dimana saya seolah tidak punya tujuan untuk hidup, tidak tau hidup saya ini mau diarahkan kemana.
sudah 5 tahun saya jauh dari orang tua, 5 tahun itu pula saya belum mengenal Allah yang menciptakan saya. berat juga rasanya hidup seperti ini, seperti berjiwa tapi kosong, seperti bernyawa tapi tak berdaya.

2016.. keputusan terberat saya pilih. saya resign dari pekerjaan saya dan memutuskan untuk pulang!!
berat memang tapi ini harus saya lakukan. saya meridukan Ibu, saya mau mengenal Allah yang maha . banyak sekali pembelaan dihati tapi yang pasti sudah saatnya saya harus berbakti kepada ibu, kalau bukan sekarang saya tidak tau ibu saya bisa hidup sampai kapan.

Saya pulang ke rumah.. saya juga belum bekerja lagi,
pada saat itu saya mulai bingung apa yang harus dilakukan. entah apa yang ada dipikiran saya hingga keluar kata Hijrah, tidak mengerti juga Hijrah itu makna sebenarnya apa. yang saya tau Hijrah itu berubah ke arah yang lebih baik. mungkin Allah yang menyiratkan kata itu dipikiran saya, mungkin juga Allah ingin saya mengenal Dia, Dia yang sampai sekarang saya belum mengenal seutuhnya.

Hal yang besar dimulai dengan langkah pertama.
langkah pertama saya untuk mengenal Allah seutuhnya dimulai dari ajakan untuk ikut dalam suatu taqlim, majelis ilmu yang mengkaji kitab suci AlQur'an. dalam pikiran saya masih terasa aneh tapi tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan.

Semakin hari semakin banyak saja lamunan saya akan masa dulu, entah sudah berapa banyak dosa dosa yang telah saya lakukan, entah sudah berapa lama saya membuat malaikat disebelah kiri bekerja lebih sering, daripada malaikat yang berada disebelah kanan. saya bertekat untuk berbenah!!.




Allah mengirim meraka untuk menjadikan saya pribadi yang lebih bersahaja. lewat majelis ilmu Allah mempertemukan saya dengan orang orang yang luar biasa ini. kemudian setiap hari mulai berlalu, kegiatan saya banyak bersama mereka, membuat saya seperti tidak punya teman lain selain mereka. saya mulai menyukainya..

Hijrah itu ternyata bukan sesuatu yang mudah, Hijrah itu Melelahkan penuh luka dan menguras tenaga. Ketika seseorang meninggalkan sesuatu yang ia sukai, mengorbankan ego karena Allah. Maka Allah akan gantikan apa yang ditinggalkan, dengan sebaik baiknya pemberian dari Allah. benar sekali Hijrah itu berat dan melelahkan, karena ganjarannya adalah surga, coba kalo gampang, paling cuma dapat satu piring cantik..


Berlalunya waktu… keraguan untuk Hijrah. Hilang.
Berganti dengan kebahagiaan yang tak bisa digambarkan oleh pena maupun diungkapkan dengan lisan. saya belajar percaya atas apa yang Allah beri bagi kehidupan saya saat ini. mungkin itulah suratan takdir yang terbaik. meskipun dalam pandangan saya hal itu tidak baik bagi saya. bila seseorang itu meninggalkan saya karena perubahan saya yang dianggapnya jadul, terlalu ekstrimis, dan julukan negatif lainnya. mungkin cukup saya doakan dalam setiap sujud. saya pasrahkan segala yang menyangkut dalam hati saya pada Si pemilik hati. Allah SWT.
Setelah itu… 
saya ingin tetap berjalan sesuai apa yang Allah mau. bukan yang saya mau.
Dan sayapun sudah melihat pada akhirnya Allah akan gantikan seseorang yang meninggalkan itu dengan beberapa orang yang memiliki destinasi yang sama, yaitu berakhir di Surga.

Bagaimana pun juga, teman termasuk faktor utama dalam pembentukan karakter saya. mereka  akan membawa saya kemana? Jadi seperti ini, Jika saya berteman dengan penjudi, iya atau tidak saya tetap akan terkena imbasnya. Jika saya berteman dengan si 'Kutu Buku', mau tidak mau, cepat atau lambat saya akan segera terpengaruh. jadi seperti itu lah mereka, membuat saya untuk berbenah dan mau tidak mau menuju pada perbaikan diri.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin

Wassalamualikum..


Salam Anak Masjid,
Karena Setiap Masjid Memiliki Cerita..

Sabtu, 02 Juni 2012

2 Jam Bersama Dik Doank

Kandank Jurank Doank....  

Meski memiliki segudang talenta yang membuat namanya cukup dikenal masyarakat luas sebagai presenter, penyanyi dan pencipta lagu, sosok Dik Doank terbilang lain dibanding rekan sejawatnya. Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma itulah nama lengkapnya "Hidup adalah proses, dan proses adalah perubahan, perubahan itulah yg menandakan kita hidup...bila kita yg hidup, takut akan perubahan, sesungguhnya kita sudah mati...atau kita tetap hidup, tetapi dalam kemiskinan jiwa dan hati", Tapi proses metamorfosis semacam itu, bukan tidak memerlukan waktu yang tidak sedikit. Bahkan Dik mengaku baru tahun 2010 lalu ia banyak meninggalkan hal-hal duniawi. "Artinya kalau mengerjakan sholat ya bener-bener sholat. Tugas kita hidup untuk mencari keridhoan Allah.

"Yang penting saat ini berusaha menjadi terbaik untuk keluarga maupun orang lain khususnya mereka yang kurang beruntung," Bapak dari tiga orang anak yaitu Ratta Billa Baggi, Geddi Jaddi Membummi, dan Putti Kayya Hatti Imanni ini sangat perduli dengan kehidupan dan lingkungan sosial. Bahkan di tempat tinggalnya, di kawasan Jurangmangu, Ciputat, Tangerang, suami dari Myrna Yuanita ini mendirikan sekolah bagi anak-anak kurang mampu, yang sulit untuk mendapatkan pendidikan layak. Sejak tahun 2004, Dik Doank mendirikan "Yayasan Dik Doank". Yayasan ini menaungi sekolah yang memperkenalkan pendidikan dan mengembangkan bakat anak-anak. Melalui sekolah ini, Dik Doank juga mencoba memberi bekal bermain sepak bola kepada anak-anak.  

Dik Doank Tidak Cinta Negara Lebih Suka Ada di Nerakasedikit banyak saya terinspirasi dari sosok orang yang seperti ini, memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. sejak saya bertemu dengan Om dik Doank, saya mulai mencari tahu tentang Dik Doank. sekarang saya mulai tahu banyak tentang Dik Doank. saya selalu merinding jika mendengar perkataan yang keluar dari bibirnya. Dengan rendah hati ia bercerita, “Gue ngerasa dilahirkan bukan sebagai anak yang cerdas, tapi gue heran kenapa gue selalu survive”. Hasil perenungannya membuatnya berkesimpulan bahwa pendidikan formal pada umumnya, ada ketidakseimbangan antara ilmu yang sifatnya matematis dan sains dengan pendidikan seni budaya. Ia melihat kecerdasan menghitung tanpa iman membuat orang selalu berhitung saat memberi atau berbuat untuk orang lain. “Orang jadi mikir dapat apa, selalu ada pamrih.” Menurutnya, berbeda dengan orang bodoh tapi imannya baik. Ia tidak akan pernah berpikir apa imbalannya jika berbuat baik untuk orang lain. “Sikap ini bisa tumbuh jika sedari kecil orang mendapat pendidikan seni dan budaya. 

Dik Doank Tidak Cinta Negara Lebih Suka Ada di NerakaMenurut pria kelahiran 21 September 1968 ini, orang yang mengerti tentang keindahan maka ia akan tahu untuk apa ia melakukan sesuatu, yaitu untuk kemuliaan sang Pencipta. “Tuhan itu tidak perlu dimuliakan karena Dia sudah Maha Mulia, yang perlu memuliakan diri adalah kita ini sendiri” tegas om ganteng. Dik Doank memang seniman yang penuh prinsip, filosofinya dalam, cara mengajarnya mudah dan unik. Semudah dan seunik ia menyingkat namanya yang panjang cukup dengan panggilan Dik (Doank). Ia tidak menarik bayaran, syaratnya cuma satu, buang sampah pada tempatnya. Contoh lain dalam pelajaran menggambar misalnya, ia melarang anak untuk menghapus. Menurutnya proses perjalanan hidup tidak a